Yayathieya
tanpa sengaja mata ini tertuju kepada dua bocah kecil yang sedang asik main brantem-branteman. mereka terlihat sangat riang sekali, tonjok sana tonjok sini, tendang sana tendang sini hihihi padahal sakit tuh tapi mereka tetap saja asik bermain.emmm..sesaat mereka langsung menarik hatiku...cuit,,,cuit,,, mereka terlihat berbeda dengan anak-anak yang sering kulihat, mereka tampak kotor sekali, mulai dari atas sampe bawah mereka sangat dekil namun terlihat sangat lucu...hihihiiii... aku bertemu dengan mereka ketika aku dan teman-temanku jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta, tempat ini tidak asing bukan dengan kalian? seketika itu pula aku mulai terhipnotis oleh suara tawa mereka, rasanya ingin sekali dekat dengan mereka walau hanya sekedar berkenalan dan berbincang-bincang. terlintas dalam benakku kedua anak kecil itu kiranya bekerja di daerah sana dengan cara meminta-minta belas kasih orang lain. oh tidaaakk aku semakin terhipnotis oleh suara tawa mereka......hehehehe
aku memberanikan diri melangkah untuk berkenalan dengan mereka tapi teman-teman melarangku, katanya "mereka itu bandel banget emangnya loe berani apa yha ngedeketin bocah-bocah itu". jawabku singkat "berani".


*percakapan*

aku : hey.....hey... sini deh de, kalian mau gak aku foto ya, kalian lucu deh....
bocah2 : mau kak....
aku : oke deh, ayoo ikut sama aku yah...
tmn2 gua : tya...tya...ada2 aje loe....
aku : [senyum] udah gpp, mereka pasti asik orangnya....


aku : kita sini ajah ya...
bocah2 : jangan kak, enakan disana....
aku : oke deh...


aku : kalian udah makan belum...?
bocah2 : belum kak...
aku : ohhh yaudah nanti abis kita foto2 aku kasih uang jajan ya buat kalian makan?
bocah2: bener kak??
aku : iy bener, aku gak bohong kok.....

*untuk percakapan selebihnya kalian bisa lihat di video ini..... 



aku mungkin lebih beruntung bila dibandingkan dengan mereka. aku tidak perlu bersusah payah, panas-panasan, hujan-hujanan untuk mencari uang...hohohooo
aku hanya berharap semoga saja mereka berdua bisa melanjutkan sekolahnya hingga selesai ya minimal sampai SMA....amien... ingin rasanya suatu saat nanti aku dapat mengajar suatu pelajaran kepada anak-anak seperti mereka, rasanya menyenangkan bukan.....???? dan juga berharap bisa bertemu dengan mereka lagi....amiin 
setelah aku selesai berfoto dan berbincang-bincang, sesuai dengan janjiku aku memberika sedikit uang jajan untuk mereka ya setidaknya mereka bisa makan untuk hari itu. lantas aku berpamitan dengan mereka untuk pulang ke rumah.

*percakapan*

aku : oke, aku pulang dulu yah....
bocah2 : kakak rumahnya dimana?
aku : rumah aku jauh disana...
bocah2 : ooohhh jauh ya...
aku : aku pulang yah, kalian sekolahnya yang rajin dan yang pintar yah biar kalian berdua jadi ABRI....
bocah2 : iya kakak, kakak juga yah sekolahnya yang pintar.....

hohoho, sama-sama saling memberikan pesan...


aku : oke adik kecil sampai ketemu lagi..
bocah2 : dadah kakak, nanti kakak main laginya...
aku : siiipppp [sedih]


Tuhan suatu saat nanti aku ingin sekali membantu anak-anak seperti mereka, setidaknya aku bisa mengajarkan kepada mereka suatu pelajaran yang sama seperti di sekolah.... amiien:) 

berikut adalah puisi karya Tom Krause dalam buku Chicken Soup for the Teenage Soul III :

Mata Anak-Anak

Dunia seperti apa, temanku
yang dilihat anak-anak?
Apa mungkin mereka pertama kali melihat Tuhan
karena mereka percaya tanpa bertanya?

Apa mereka melihat kekuatan dalam mata penuh perhatian
yang mengawasi mereka saat bermain-
atau mungkin merasakan cinta dalam sentuhan tangan 
lembut yang membimbing mereka dalam perjalanan?

Apa menurutmu mereka memimpikan masa depan
ketika mereka akan menjadi raja-
atau hanya menikmati kehidupan sekarang
saat bersama teman-teman mereka bernyanyi?

Apa mereka melihat perbuatan baik
yang dilakukan kepada orang-orang miskin?
Apa yang terbaik pada setiap orang
adalah yang mereka cari?



Dan ketika hari berakhir,
ketika mereka memejamkan mata untuk tidur,
apa mereka mengharapkan hari esok
dengan janji-janji yang akan dipenuhinya?

Jika ini yang dilihat anak-anak,
maka tidak mengherankan,
dunia akan menjadi tempat yang lebih baik,
jika kita semua mempunyai mata anak-anak.

Feri dan Andri

Andri

Feri



Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar