Yayathieya
Jika mendengar perkataan ini pasti yang terlintas dibenak pikiran kita dan semua orang adalah tentang cinta yang terkandas, tentang cinta yang putus sampai disini saja, tentang perpisahan, tentang airmata yang berlinang, tentang sakitnya hati, dan semua yang menyebabkan dunia terasa mengalami kiamat
 ”Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati
Hati sanubari kita kadang-kadang pening mencari jawapan kenapakah cinta yang putus itu diberi nama “patah hati”. Tiada istilah lain yang lebih sedap ke?
 Tapi  yang penting adalah bagaimana ketika cinta itu terkandas, ketika cinta itu tak lagi tersambung, ketika cinta itu tidak lagi mahu menjadi milik kita, dan ketika si dia taktau  lagi menjadi tempat luahan hati kita
Patah hati sinonim dengan airmata, kenapa ya?
Tetapi kita lupa bahwa patah hati itu juga sinonim dengan hikmah:

- Seharusnya kita bersyukur masih diberi rasa patah ini oleh ALLAH, masih boleh menangis, itu artinya kita masih ada hati kan? bukan hanya sekadar hati, tapi hati yang sensitif, yang lembut dan yang mampu bahagia dan luka.
Dan airmata yang mengalir ini dapat membersihkan kelopak mata kita yang kusam menjadi jernih kembali karena airmata yang berlinang membawa semua kotoran dimata. Menagislah karena mencintai ALLAH pada saat kita bersendiri.
Airmata ini lebih bernilai pahala daripada menangisi si dia, orang yang ditangisi pun tak tahu kita nangis karenanya.

♥ ‘fabiayyi ala irobbikuma tukazziban ♥
Maka nikmat yang mana lagikah yang sanggup kita dustakan? bahkan didalam air yang berlinang melalui mata ini, ALLAH memberikan kasih sayangnya.
Mungkinkah ada lagi nikmat ALLAH di balik kata patah hati ini?
Coba bayangkan, pada saat jatuh cinta semalam mendengar suara si dia di telefon lebih indah ditelinga kita dari suara azan, sms mesra dari sang pujaan hati lebih sering kita baca berulang ulang agar lebih memahami artinya dan lebih bergetar mencintainya, tetapi seberapa kali kita membaca surat cinta dari ALLAH yang terbentang di dalam Al Qu'ran?
Dan kini setelah tak ada lagi sms darinya, tak ada lagi suara manjanya, mungkin hikmah dibalik hati yang teriris berdarah darah ini adalah ALLAH hendak mengembalikan kita kepada cintanya ALLAH, apa ada cinta yang lebih indah dari cinta sang pemilik nafas ini?
Maka nikmat ALLAH yang mana lagikah yang sanggup kita dustakan?
Dibalik patah hati ini ALLAH menyelamatkan kita dari cinta yang salah. Kita menyembah dan memuja cinta melebihi menyembah dan memuji ALLAH. Nauzubillahimindzalik. cinta tak salah, tetapi mungkin hanya tidak tepat ketika kita lebih mencintai sang pujaan hati daripada mencintai ALLAH.
 ”Hanya dengan mengingati ALLAH hati menjadi tenang”
Ingatlah bahawa ALLAH maha membolak balikan hati dan keadaan. Jika hari ini ALLAH masih mengirimkan cinta maka janganlah menjadikan cinta itu berhala dengan memujanya seolah- olah dunia ini milik berdua, jumlah sms jadi lebih banyak dari jumlah rakaat solat, jumlah bil telefon jadi lebih banyak dari RM yang kita sedekahkan, duduk berdua-duaan ditempat sunyi lebih disukai daripada duduk tafakur diatas sajadah dan bermesraan dengan ALLAH.
Dan jika ALLAH membolak balikan hati kita dan si dia dari cinta, maka gantilah kata patah hati itu dengan perkataan syukur hati karena ALLAH lebih mencintai kita dari pada si dia, terbukti ALLAH mengambil kita untuk dikembalikan kedalam nikmat, limpahan kasih sayang dari kekasih hati yang baru dan selamanya iaitu ALLAH. Siapa yang tak mau jadi kekasih ALLAH? tenang, damai, indah, cukup rasanya hidup ini  !

0 Responses

Posting Komentar